Subscribe:

Rabu, 01 Januari 2014

MicroController


Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. Sekedar contoh, bayangkan diri Anda saat mulai belajar membaca dan menulis, ketika Anda sudah bisa melakukan hal itu Anda bisa membaca tulisan apapun baik buku, cerpen, artikel dan sebagainya, dan Andapun bisa pula menulis hal-hal sebaliknya. 

Begitu pula jika Anda sudah mahir membaca dan menulis data maka Anda dapat membuat program untuk membuat suatu sistem pengaturan otomatik menggunakan mikrokontroler sesuai keinginan Anda. Mikrokontroler merupakan komputer didalam  chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. Secara harfiahnya bisa disebut “pengendali kecil” dimana sebuah sistem elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponen-komponen pendukung seperti IC TTL dan CMOS dapat direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini. Dengan penggunaan mikrokontroler ini maka :
  • Sistem elektronik akan menjadi lebih ringkas
  • Rancang bangun sistem elektronik akan lebih cepat karena sebagian besar dari sistem adalah perangkat lunak yang mudah dimodifikasi
  • Pencarian gangguan lebih mudah ditelusuri karena sistemnya yang kompak

Namun demikian tidak sepenuhnya mikrokontroler bisa mereduksi komponen IC TTL dan CMOS yang seringkali masih diperlukan untuk aplikasi kecepatan tinggi atau sekedar menambah jumlah saluran masukan dan keluaran (I/O). Dengan kata lain, mikrokontroler adalah versi mini atau mikro dari sebuah komputer karena mikrokontroler sudah mengandung beberapa periferal yang langsung bisa dimanfaatkan, misalnya port paralel, port serial, komparator, konversi digital ke analog (DAC), konversi analog ke digital dan sebagainya hanya menggunakan sistem minimum yang tidak rumit atau kompleks.


aplikasi mikrokontroler untuk menyalakan 8 led pada port A. Mikrokontroler yang dipakai adalah mikrokontroler AVR atmega32. Langsung aja ini rangkaiannya menggunakan aplikasi proteus, mungkin nanti ane bahas juga tentang ni proteus dipostingan selanjutnya. proteusnya versi 7.5 SP3 :


Led dipasang pada port A atmega32, terdapat 8 buah led yang masing-masing dihubungkan pada PORTA.0 - PORTA.7 , kenapa digunakan resistor 330ohm?? karena resistor ini digunakan untuk mengurangi kecerahan dari led yang dipakai, semakin besar hambatan nya maka led akan semakin redup begitu pula sebaliknya. Pada aplikasi ini led menggunakan active low.

Active low?? Apa itu?? hehe active low itu led akan menyala apabila diberikan logika 0, dengan kata lain untuk menyalakan led itu maka kita keluarkan logika low atau '0'. kok bisa?? yaa karena kan anoda led terhubung dengan VCC atau tegangan 5volt. sehingga untuk menyalakan led itu kita butuh gnd untuk menyalakan led itu, gnd dalam hal ini dapat digunakan logika '0' atau low. Atau dengan kata lain ini mengunakan konfigurasi common anode.

listing program :

$regfile = "m32def.dat"
$crystal = 11059200
Config Porta = Output
Led Alias Porta
Led = &B11111110

Do
Rotate Led , Right , 1
Waitms 100
Loop

penjelasan:
$regfile = "m32def.dat", digunakan untuk mendeklarasikan pustaka berdasarkan mikrokontroler yang digunakan, pada aplikasi ini digunakan atmega32 sehingga "m32def.dat", bisa saja digunakan atmega16 maka pustakanya menjadi "m16def.dat".
$crystal = 11059200 , digunakan untuk menentukan frekuensi kerja dari mikrokontroler ini, pada aplikasi ini digunakan untuk kristal 11,05920 MHz.
Config Porta = Output -> perintah ini digunakan untuk mengkonfigurasi porta sebagai output
Led Alias Porta            ->
 alias digunakan untuk menyatakan namalain dari hardware yang digunakan sehingga porta nama lainnya adalah led
Led = &B11111110       -> 
pada kondisi awal, led diberikan logika 0 untuk porta.0 selain itu diberikan logika 1. (porta.1 - porta.7)
Do                                 -> memulai perintah
Rotate Led , Right , 1 -> 
menggeser nyala led kekanan satu per satu atau 1 bit
Waitms 100                 -> 
digunakan tundaan selama 100 milisekon sehingga setiap pergeseran bit di berikan tundaan selama 100milisekon
Loop                            -> 
berulang terus, tiada henti hehehehe




Hasilnya, led akan menyala satu per satu dan akan bergeser kekanan, kenapa pada saat led disimulasikan, led yang menyala pertama kali pada porta.7 kenapa bukan porta.0. karena pada program itu dieksekusi dari perintah do sampai loop, sehingga setelah Do maka led langsung digeser, sehingga begitu lah hasilnya.

Senin, 16 Januari 2012

Tutorial Flash (Revolusi Bulan)


Kali ini kita akan membuat animasi bulan mengitari bumi. Animasi ini menggunakan Motion Guide dengan sedikit tambahan.
1. Buatlah 4 buah layer dengan mengklik tombol Insert Layer untuk memasukan layer baru. Pastikan posisi masing-masing layer seperti gambar di bawah ini:
timeline1-revo
Gambar awal timeline
2. Pastikan anda aktif di Layer 1. Gambarlah sebuah lingkaran besar (sebagai bumi) dan tempatkan di tengah-tengah stage. Seleksi seluruh lingkaran tadi dan tekan Ctrl+C untuk mengcopy lingkaran tersebut.
3. Klik Layer 4 agar anda aktif di layer tersebut. Setelah anda berada di Layer 4, klik kanan stage dan pilih Paste in Place.
4. Klik Layer 3 agar anda aktif di layer tersebut. Gambarlah sebuah garis berbentuk oval seperti di bawah ini.
oval-revo
Garis berbentuk oval
5. Hilangkan sedikit garis di bagian atas garis oval tersebut sehingga akan ada 2 ujung di garis oval tersebut.
garis-revo
Pastikan kedua ujungnya terpisah
6. Klik Layer 2 agar anda aktif di layer tersebut. Gambarlah sebuah lingkaran kecil (sebagai bulan) di stage Layer 2.
7. Seleksi lingkaran kecil tersebut dan tekan F8. Pada kotak dialog yang muncul masukan bulan sebagai Name dan Movie Clip sebagai type lalu tekan OK.
8. Tempatkan movie clip ini di ujung garis oval sebelah kiri (pastikan titik registration movie clip ini berada di ujung garis)
9. Klik kanan frame 70 Layer 3 dan pilih Insert Frame
10. Klik kanan frame 70 Layer 2 dan pilih Insert Keyframe. Ubah letak movie clip di frame 70 layer 2 ke ujung garis oval bagian kanan (pastikan titik registration movie clip ini berada di ujung garis)
11. Klik kanan frame 1 Layer 2 dan pilih Create Motion Tween
12. Klik kanan Layer 3 dan pilih Guide. Singgungkan Layer 2 ke Layer 3.
13. Klik kanan frame 30 Layer 1 dan pilih Insert Keyframe.
14. Klik kanan frame 63 dan pilih Insert Frame
15. Hapus lingkaran besar di frame 1 Layer 1
16. Klik kanan frame 70 Layer 4 dan pilih Insert Frame.
17. Klik kanan frame 64 Layer 4 dan pilih Insert Keyframe
18. Klik kanan frame 30 Layer 4 dan pilih Insert Keyframe. Hapus lingkaran besar di frame 30 Layer 4 ini
19. Sehingga di Timeline akan tampak seperti di bawah ini:
timeline-revo
Gambar akhir timeline
20. Tekan Ctrl+Enter untuk melinat hasilnya.

Jumat, 13 Januari 2012

Tutorial Flash (Kaca Pembesar)

Kaca pembesar adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu melihat objek menjadi tampak besar. Di Flash kita dapat membuat hal yang sama dengan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan yaitu Mask. Sebelum membaca tutorial di bawah ini ada baiknya anda membaca terlebih dahulu Mask dan Masking dengan mouse
1. Buatlah sebuah flash document.
2. Tekan Ctrl+R, pada panel yang muncul cari gambar yang diinginkan kemudian tekan Open. Letakkan gambar tersebut di tengah-tengah stage.
3. Seleksi gambar yang dimport tadi dan tekan Ctrl+D untuk menduplikasi objek.
4. Seleksi gambar hasil duplikasi dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan picture sebagai name dan movie clip sebagai type lalu tekan ok.
5. Ubah ukuran movie clip picture menjadi sedikit lebih besar dari gambar yang ada di stage. Letakkan movie clip picture di tengah-tengah stage.
6. Seleksi movie clip picture dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul masukkan picture sebagai instance name.
7. Buatlah sebuah lingkaran dan seleksi lingkaran tersebut kemudian tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan lingkaran sebagai name dan movie clip sebagai type serta pastikan titik registrationnya berada di tengah-tengah lalu tekan ok.
8. Seleksi movie clip lingkaran dan masukkan lingkaran sebagai instance name pada panel properties.
9. Pastikan anda masih menyeleksi movie clip picture kemudian tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan lensa sebagai name dan movie clip sebagai type serta pastikan titik registrationnya berada di tengah-tengah lalu tekan ok.
10. Seleksi movie clip lensa dan masukkan lensa sebagai instance name pada panel properties.
11. Klik kanan movie clip lensa dan pilih Edit untuk masuk ke dalam stage movie clip lensa.
12. Gambarlah sebuah persegi panjang dan letakkan di samping movie clip lingkaran sehingga berbentuk seperti gambar di bawah ini :
lensa
Gambar movie clip lensa
13. Tekan Ctrl+E untuk kembali ke stage scene 1.
14. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
1
2
3
4
//movie clip picture dimask oleh movie clip lingkaran di dalam movie clip lensa
_root.picture.setMask(_root.lensa.lingkaran);
//movie clip lensa dapat didrag
startDrag(lensa, true);
15. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya :
Gerakkan kursor mouse untuk memperbesar gambar

Kamis, 12 Januari 2012

Tutorial Flash (Animasi Gelembung)

Animasi yang akan kita buat berikut ini berupa gelembung udara yang bergerak ke atas. Apabila kita menyentuh gelembung udara tersebut dengan kursor mouse maka gelembung udara itu akan otomatis menghilang.
1. Buatlah sebuah flash document berwarna biru.
2. Buatlah sebuah lingkaran berwarna biru dengan putih sebagai warna garisnya dan buatlah juga seperempat garis lingkaran berwarna putih yang ditempatkan ditengah lingkaran tersebut seperti gambar di bawah ini :
gelembung
3. Seleksi lingkaran dan seperempat garis lingkaran tadi kemudian tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan gelembung sebagai name dan movie clip sebagai type serta pastikan titik registrationnya berada di tengah-tengah.
4. Hapus movie clip gelembung dari stage kemudian tekan Ctrl+L. Pada panel library yang muncul klik kanan movie clip gelembung dan pilih linkage.
5. Pada panel yang muncul berikan tanda contreng pada Export for ActionScript dan masukkan gelembung sebagai idetifier lalu tekan ok.
6. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
//perintah yang dijalankan ketika frame ini dimainkan
onEnterFrame = function () {
 //jika nilai acak 10 bernilai 5
 if (random(10) == 5) {
  //masukkan movie clip berlinkage gelembung ke dalam stage dengan posisi x sesuai nilai acak panjang stage dan posisi y sesuai lebar stage ditambah 20
  gelembung = attachMovie("gelembung", "gelembung"+_root.getNextHighestDepth(), _root.getNextHighestDepth(), {_x:random(Stage.width), _y:Stage.height+20});
  //membuat variable waktu di dalam movie clip gelembung dengan nilai acak 40
  gelembung.waktu = random(40);
  //perintah yang dijalankan ketika frame di dalam movie clip gelembung dimainkan
  gelembung.onEnterFrame = function() {
   //koordinat y movie clip ini dikurangi 5
   //movie clip gelembung bergerak ke atas
   this._y -= 5;
   //variable waktu movie clip ini ditambah 1
   this.waktu++;
   //jika nilai variable waktu kurang dari 20
   if (this.waktu<20) {
    //koordinat x movie clip ini ditambah 1
    //movie clip gelembung bergerak ke kanan
    this._x++;
   }
   //jika nilai variable waktu lebih dari 20 dan jika nilai variable waktu kurang dari 40
   if (this.waktu>20 && this.waktu<40) {
    //koordinat x movie clip ini dikurangi 1
    //movie clip gelembung bergerak ke kiri
    this._x--;
   }
   //jika nilai variable waktu lebih dari 40
   if (this.waktu>40) {
    //ubah nilai variable waktu menjadi 0
    this.waktu = 0;
   }
   //jika koordinat y movie clip ini kurang dari -20
   if (this._y<-20) {
    //hapus move clip ini
    removeMovieClip(this);
   }
  };
  //ketika mouse berada di atas movie clip gelembung
  gelembung.onRollOver = function() {
   //hapus movie clip ini
   removeMovieClip(this);
  };
 }
};
7. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.

Tutorial Flash (Kilatan Pada Gambar)

Pada tutorial kali ini akan membahas pemberian efek kilatan pada sebuah gambar. Efek kilatan tersebut adalah hasil penggabungan mask dan animasi tween. Warna dari kilatan pada tutorial di bawah ini dapat anda ubah sesuai keinginan anda.
1. Klik tombol Insert Layer sebanyak 2 kali sehingga di timeline terdapat 3 buah layer. Ubah nama masing-masing layer menjadi shape, efek, gambar dan letakan seperti di bawah ini :
timeline2
Tampilan pada timeline
2. Klik frame 1 layer gambar dan tekan Ctrl+R. Pada kotak dialog yang muncul, cari gambar yang anda ingin masukkan dan tekan Open. Sebagai contoh kami menggunakan gambar berikut :
pic11
Gambar yang digunakan
3. Klik frame 1 layer shape dan gambarlah tempat yang ingin diberi kilatan. Gambar yang digunakan sebagai tempat kilatan hanya yang bertype shape saja.
pic21
Shape warna biru di atas sebagai tempat kilatan
4. Klik frame 1 layer efek dan buatlah sebuah persegi dengan panjang 70 pixel dan lebar sama dengan lebar stage.
5.Beri warna bertype linear dengan kode #FFFFFF alpha 0% – #FFFFFF alpha 100% – #FFFFFF alpha 0% pada persegi tersebut
colormixer
Tampilan pada Color Mixer
6. Seleksi persegi tadi dan tekan F8. Pada kotak dialog yang muncul masukkan efek sebagai Name dan Movie clip sebagai Type lalu tekan Ok. Tempatkan movie clip persegi di luar stage sebelah kanan.
pic3
Letak movie clip persegi di frame 1
7. Klik kanan frame 30 layer shape dan pilih Insert Frame.
8. Klik kanan frame 30 layer gambar dan pilih Insert Frame.
9. Klik kanan frame 30 layer efek dan pilih Insert Keyframe. Ubah letak movie clip persegi di frame 30 ke luar stage sebelah kiri.
pic4
Letak movie clip persegi di frame 30
10. Klik kanan frame 1 layer efek dan pilih Create Motion Tween.
11. Klik kanan layer shape dan pilih Mask
12. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.

Turorial Flash (Membuat Animasi Motion Guide)

Motion guide adalah salah satu fasilitas dari flash yang digunakan untuk membuat animasi motion tween bergerak sesuai jalur (guide) yang telah kita buat. Hasil animasi motion guide ini selain halus (karena motion tween) juga lebih teratur karena animasi bergerak sesuai jalur yang kita buat. Berikut ada 2 contoh penggunaannya :

Motion Guide dengan garis guide yang tidak terhubung (misalnya garis lurus)

1. Buatlah sebuah flash document.
2. Buatlah sebuah lingkaran berwarna merah dengan hitam sebagai warna garisnya.
3. Seleksi lingkaran tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan bola sebagai name dan movie clip sebagai type serta pastikan titik registrationnya berada di tengah-tengah lalu tekan ok.
4. Klik sekali tombol Add Motion Guide pada timeline sehingga di timeline muncul layer guide baru bernama Layer 2.
5. Pastikan anda aktif di Layer 2 kemudian buatlah sebuah garis di stage seperti gambar di bawah ini :
garis-guide
6. Letakkan bagian tengah movie clip bola pada ujung garis bagian kiri seperti gambar di bawah ini :
26-12-2008-22-22-32
7. Klik kanan frame 45 Layer 2 dan pilih Insert Frame.
8. Klik kanan frame 45 Layer 1 dan pilih Insert KeyFrame.
9. Ubah letak movie clip bola pada frame 45 ke ujung garis bagian kanan. Pastikan bagian tengah movie clip bola yang berada di ujung garis tersebut seperti gambar di bawah ini :
26-12-2008-22-22-41
10. Klik kanan frame 1 Layer 1 dan pilih Create Motion Tween.
11. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.

Motion Guide dengan garis guide yang terhubung (misalnya garis lingkaran)

1. Buatlah sebuah flash document.
2. Buatlah sebuah lingkaran berwarna merah dengan hitam sebagai warna garisnya.
3. Seleksi lingkaran tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan bola sebagai name dan movie clip sebagai type serta pastikan titik registrationnya berada di tengah-tengah lalu tekan ok.
4. Klik sekali tombol Add Motion Guide pada timeline sehingga di timeline muncul layer guide baru bernama Layer 2.
5. Pastikan anda aktif di Layer 2 kemudian buatlah sebuah garis lingkaran di stage seperti gambar di bawah ini :
garis-lingkaran-guide
6. Hapus sedikit garis lingkaran bagian atas sehingga garis lingkaran di bagian atas tidak terhubung (terdapat 2 ujung) seperti gambar di bawah ini :
18-01-2009-19-41-59
7. Letakkan bagian tengah movie clip bola pada ujung garis lingkaran bagian kiri.
8. Klik kanan frame 21 Layer 2 dan pilih Insert Frame.
9. Klik kanan frame 21 Layer 1 dan pilih Insert KeyFrame.
10. Ubah letak movie clip bola pada frame 21 ke ujung garis lingkaran bagian kanan. Pastikan bagian tengah movie clip bola yang berada di ujung garis lingkaran tersebut.
11. Klik kanan frame 1 Layer 1 dan pilih Create Motion Tween.
12. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.
13. Seperti yang dapat dilihat, movieclip berjalan agak teputus. Penyebabnya adalah kesamaan mc di frame 1 dan frame 21 sehingga mengakibatkan movie berhenti sejenak (berjalan agak terputus).
14. Untuk mengatasinya, klik kanan frame 20 layer 1 dan pilih Insert Keyframe. Seleksi frame 21 pada layer 1 dan layer 2 kemudian klik kanan dan pilih Remove Frame. Masalah seperti ini sering terjadi ketika membuat motion guide semacam ini, oleh sebab itu ingatlah tips dari kami ini untuk mengatasinya.
15. Test Movie ulang untuk melihat hasilnya.
16. Untuk memunculkan layer guide pada tutorial di atas kita menggunakan tombol Add Motion Guide pada timeline. Selain itu ada juga cara yang lain untuk memunculkan layer guide tersebut yaitu dengan cara manual.
17. Caranya klik sekali tombol Insert Layer pada timeline sehingga muncul Layer baru bernama Layer 2.
18. Klik kanan Layer 2 tersebut dan pilih Guide. Sehingga kedua layer pada timeline tersebut terlehiat seperti gambar di bawah ini :
timeline-guide
19. Setelah terlihat seperti gambar di atas, klik dan drag Layer 1 kemudian singgungkan ke Layer 2 seperti terlihat pada video di bawah ini :
20. Maka sebuah layer guide sudah jadi dan siap untuk digunakan. Silahkan anda pilih cara membuat Layer Guide dari kedua cara yang ada. Pilihlah menurut anda mana yang lebih mudah dan cocok untuk anda.

Tutorial Flash (Membuat Animasi Berputar)

Membuat objek berputar ada 2 cara yaitu dengan motion rotate dan actionscript rotation.

A. Motion Rotate
1. Buatlah sebuah flash dokument.
2. Buat sebuah bintang segi 6. Seleksi bintang tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul pilih Movie Clip sebagai type lalu tekan OK.
3.  Klik kanan frame 20 dan pilih Insert keyframe.
4. Klik frame 1 dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul ubah Tween dari None menjadi Motion. Lalu ubah Rotate menjadi CW (Clock Wise/searah jarum jam) atau CCW (Counter Clock Wise/berlawanan arah jarum jam).
5. Terakhir test movie dengan menekan CTRL+ENTER.
Hasil animasi berputar dengan motion rotate
B. Actionscript
1. Buatlah sebuah flash document.
2. Buat sebuah bintang segi 6. Seleksi bintang tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul pilih Movie Clip sebagai type lalu tekan OK.
3. Seleksi movie clip yang ada kemudian tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
1
2
3
4
onClipEvent (enterFrame) {
 //semakin besar nilainya, semakin cepat putaran rotasinya
 _rotation += 15;
}
4. Terakhir test movie dengan menekan CTRL+ENTER.